Pandai Besi adalah sebuah kolektif musik hasil mutasi dari band Efek Rumah Kaca . Pada bulan Maret 2013 lalu, mereka baru saja menyelesaikan sesi rekaman ‘Live’ di Studio Legendaris Lokananta Solo, dan telah menelurkan sebuah album bertajuk ‘Daur Baur’.  Album ini berisi sembilan lagu terpilih dari dua album milik Efek Rumah Kaca. Pandai Besi mengaransemen dan menempa ulang  kesembilan lagu tersebut menjadi sebuah komposisi musik yang lebih kompleks, menyuguhkan intrepertasi baru yang  sama sekali berbeda dari corak musik asli milik Efek Rumah Kaca.

Lahirnya Pandai Besi dimulai dari Joyland Fest (Juni 2012). Saat itu Efek Rumah Kaca memainkan  format musik yang lebih ramai karena diperkuat  oleh beberapa teman musisi, mereka adalah Poppie Airil (Bas), Andi Hans Sabarudin (Gitar), Muhammad Asranur (Piano), dan Agustinus Panji Mardika (Trumpet/Flute). Nama Pandai Besi secara resmi dipakai ketika mereka tampil di “ Superbad Vol.45” di bulan November 2012. Superbad adalah sebuah pagelaran musik bulanan yang menampilkan band –band  potensial dari Jakarta dan kota –kota lain,  diadakan secara rutin di The Jaya Pub oleh Indra Ameng dan Keke Tumbuan ( The Secret Agents ).

Jam terbang manggung yang cukup tinggi ditambah kondisi kesehatan Adrian yang tak kunjung sembuh sedikit menghambat kelancaran penyelesaian album ke-3 Efek Rumah Kaca, akan tetapi hal ini tidak sedikitpun menyurutkan kreatifitas  Cholil dan Akbar untuk terus bermain musik, mereka berusaha mencari berbagai cara untuk menolak kebosanan.  

Keterbatasan skill bermusik, rutinitas pekerjaan kantor dan kondisi kesehatan Adrian justru memicu Cholil dan Akbar untuk mencari celah  yang paling tepat agar bisa terus berkarya.  Seolah ingin menantang diri sendiri, mereka mengajak  keempat kawan musisi yang memang sengaja dipilih memiliki latar belakang dan selera musik yang berbeda untuk mendaur ulang lagu – lagu Efek Rumah Kaca.  Dari proses inilah Cholil dan Akbar berharap mampu menemukan inspirasi baru sekaligus energi segar dalam bermusik.  

Dua kali seminggu selama berbulan – bulan berlatih didalam studio secara rutin, mereka akhirnya berhasil menempa sembilan lagu terpilih dari dua album Efek Rumah Kaca,  dan seiring berjalannya waktu, amunisi formasi ini juga semakin bertambah dengan bergabungnya Nastasha Abigail, Irma Hidayana, dan Monica Hapsari pada divisi vokal.

Sembilan lagu Efek Rumah Kaca yang telah di daur ulang ke dalam album ‘Daur Baur’ adalah :

1.   “Hujan Jangan Marah”
2.    “Menjadi Indonesia”
3.    “Debu-debu Berterbangan”
4.    “Desember”
5.    “Melankolia”
6.    “Laki-laki Pemalu”
7.    “Jalang”
8.    “Di Udara”
9.    “Jangan Bakar Buku”

Bulan Maret 2013 Pandai Besi sukses merekam kesembilan lagu tersebut di Studio legendaris Lokananta dimana pembiayaannya menggunakan sistem patungan oleh khalayak ( Crowdfunding ).  Setiap pendukung mendapatkan berbagai reward album hasil rekaman Pandai Besi di lokananta tersebut berupa  merchandise t-shirt dan rilisan fisik album seperti kaset, cakram padat, atau piringan hitam, sesuai dengan berapa besar paket dukungannya. Tanggal 29 Juni 2013 Demajors Record akhirnya secara resmi merilis album Daur Baur, hal tersebut dikarenakan masih banyaknya permintaan dari khalayak yang ingin memiliki rilisan fisik album ini dan sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka yang melewatkan program crowdfunding  untuk memiliki album Daur Baur.

Klik disini untuk mengunduh album Daur Baur dalam format Mp3.

 

Kirim Tanggapan