Klarifikasi Efek Rumah Kaca (ERK) Atas Klarifikasi Bekraf Tentang Mundurnya ERK Dari Dukungan Bekraf untuk Tampil di Sxsw 2018 Amerika Serikat

0
1510

Melalui surat ini kami bermaksud meluruskan klarifikasi dari BEKRAF yang sudah beredar sebelumnya.

Alasan utama Efek Rumah Kaca (ERK) memutuskan mundur dari dukungan BEKRAF pada kegiatan SXSW 2018 antara lain karena kami melihat adanya kejanggalan harga tiket JKT-AUS PP, yang mana harga tiket tersebut jauh lebih tinggi dari harga tiket yang beredar di pasaran.

Kami sudah mengemukakan kejanggalan ini kepada pihak BEKRAF namun pihak BEKRAF tidak menanggapi secara serius adanya kejanggalan perbedaan harga yang tinggi yang kami keluhkan, malah langsung menganjurkan kami untuk membeli tiket sendiri dan nanti di-reimburse dengan catatan jumlahnya untuk 5 orang personel.

Dari komunikasi tersebut di atas, kami simpulkan bahwa merujuk pada ketentuan 5 orang personel ini meskipun harga tiket bisa 3 kali atau 5 kali lipat dari harga normal, BEKRAF masih akan tetap mengakomodir biaya tersebut sejauh tiket yang dibeli berjumlah 5, sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Terhadap pernyataan BEKRAF tentang ketentuan memberangkatkan 5 personel ini sudah sangat jelas bagi kami. Masalahnya bukan ketentuan baku jumlah 5 orangnya. Setelah kami telusuri, jika dihitung total jumlah dana untuk memberangkatkan 5 orang bisa digunakan untuk memberangkatkan 8-9 orang, dengan pilihan maskapai, waktu, dan rute yang sama dengan yang diajukan oleh BEKRAF, sekalipun dengan jenis tiket ekonomi fleksibel (lihat Pernyataan BEKRAF No. 18).

Hal ini terus terang bertentangan dengan hati nurani kami dan nilai-nilai yang selama ini kami suarakan melalui lagu-lagu kami. Dan tentu saja praktik seperti ini jauh dari pemenuhan salah satu prinsip tata laksana pemerintahan yang baik, yaitu efektif dan efisien.

Selain itu, hal ini sangat bertentangan dengan pernyataan Bapak Triawan Munaf melalui Twitter dan Bapak Ricky Persik di Tirto.id bahwa BEKRAF memiliki keterbatasan dana.

Hal lain yang ingin kami sampaikan adalah dalam berkomunikasi perihal persiapan kami ke SXSW sejak akhir Desember 2017 hingga awal Maret 2018 kami hanya tiga kali bertemu secara langsung dengan pihak BEKRAF yang kesemuanya merupakan pertemuan koordinasi untuk membahas persiapan semua delegasi secara umum. Selebihnya, semua koordinasi dan komunikasi kami lakukan hanya melalui Komite. Sehingga jika ada hal-hal penting yang ingin kami tanyakan langsung ke BEKRAF, kami tidak bisa melakukannya, termasuk perihal perbedaan harga tiket yang janggal, klaim sepihak tentang jumlah personel dan lain sebagainya.

Hal ini menurut kami bukanlah pola komunikasi yang baik demi mendukungnya persiapan program pemerintah melalui BEKRAF untuk memberangkatan delegasi Indonesia ke SXSW. Meskipun BEKRAF sudah mensubkontrakkan program SXSW kepada Madre Indonesia beserta Pink Publicist, semestinya BEKRAF juga tetap memantau dan membuka pintu untuk berdiskusi atau menerima keluhan jika ada masalah krusial.

Selain itu, setelah membaca klarifikasi yang dibuat oleh pihak BEKRAF, kami merasa justru poin alasan utama pengunduran diri kami yaitu pemilihan tiket dengan harga yang tidak wajar tidak dieloborasi lebih lanjut namun malah banyak memuat informasi lain yang tidak berhubungan dengan persoalan tiket yang kurang sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu kami luruskan:

1. Mengenai ERK tampil dengan 9 orang personel

Dari awal kami mendapat email bahwa ERK lolos kurasi SXSW, kami menginformasikan kepada BEKRAF bahwa ERK akan tampil dengan formasi 9 orang personel di atas panggung. Formasi 9 orang ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan musik ERK sejak dirilisnya album ketiga kami, Sinestesia di tahun 2015.

Klaim sepihak dari BEKRAF

Sebelum pengumuman diterimanya ERK untuk tampil di SXSW, kami mendapat informasi dari BEKRAF (melalui Ibu Thilma Komaling, yang kemudian berperan sebagai kontak BEKRAF untuk ERK) bahwa pihak SXSW sempat menghubungi BEKRAF untuk memastikan jumlah personel ERK, sebab pada formulir pendaftaran tertera jumlah personel sebanyak 9 orang.

Menurut BEKRAF, pihak SXSW sepertinya keberatan dengan jumlah personel 9 orang. Saat itu juga, pihak BEKRAF secara sepihak mengatakan kepada tim SXSW bahwa ERK dapat tampil minimal dengan hanya 4 orang personel. Setelah itu, pihak BEKRAF barulah menyampaikan kepada ERK untuk tampil minimal dengan alasan teknis (yaitu keterbatasan panggung).

Setelah akhirnya kami mendapat email resmi dari SXSW yang menyatakan kami lolos kurasi, pada percakapan selanjutnya dengan BEKRAF kami sepakat untuk tetap tampil dengan 9 orang personel. Mengenai biaya sisa rombongan yang tidak ditanggung BEKRAF juga telah kami sepakati untuk kami tanggung sendiri.

Karena pihak BEKRAF dari awal mengatakan kami dapat tampil dengan minimal personel maka pada halaman admin Artist Page SXSW untuk Efek Rumah Kaca hanya tersedia 5 kolom personel.

Kolom ini harus kami isi dengan data-data personel yang berangkat. Lalu BEKRAF menyarankan agar sisa personel dimasukkan ke kolom kru. Setiap orang yang datanya sudah masuk baik pada kolom kru dan personel secara otomatis akan mendapat surat rekomendasi dari SXSW untuk pengurusan VISA Amerika Serikat berikut dengan posisi masing-masing di band. Akibat dari sisa personel dimasukkan pada kolom kru, pada saat kami wawancara VISA, banyaknya jumlah kru ini juga sempat menjadi pertanyaan petugas.

Sulitnya Mendapatkan Akses ke Artist Page SXSW

Pada awalnya BEKRAF menolak memberikan akses halaman admin tersebut kepada ERK dengan alasan banyak data yang dirahasiakan. Setelah kami desak terus-menerus untuk kebutuhan informasi sepenuhnya mengenai SXSW, akhirnya BEKRAF mengijinkan kami mengakses halaman admin tersebut.

Setelah mendapatkan akses ke Artist Page SXSW kami mengetahui betapa krusialnya peran halaman tersebut sebagai medium berkomunikasi langsung dengan pihak SXSW baik untuk berkoordinasi tentang kesiapan produksi panggung maupun persiapan band secara umum. Melalui Artist Page ini juga kami bisa mengakses nama-nama kontak (contact persons) mereka yang terkait dengan kegiatan SXSW.

Setelah kami berkomunikasi langsung dengan pihak SXSW, mereka dengan mudah mengijinkan kami untuk menambah kolom personel yang sesuai dengan jumlah personel kami yang akan tampil di panggung SXSW nanti.

Komunikasi berikutnya kami dengan pihak SXSW dengan Head of Music Festival SXSW, James Minor dan juga Stage Manager di Esther’s Follies, tempat ERK akan tampil.

Melalui komunikasi email tersebut kami ingin memastikan kesediaan teknis untuk mendukung penampilan kami dengan 9 orang di atas panggung. James mengatakan bahwa mengapa kami ditempatkan pada venue tersebut karena venue itu memiliki area panggung yang lebih besar dibandingkan venue-venue lainnya yang digunakan di SXSW. Stage Manager Eric Calistri juga mengkonfirmasi bahwa secara teknis venue tersebut memadai untuk menampung kesembilan personel ERK di atas panggung.

Dengan pernyataan James dan Eric tersebut maka sulit membenarkan informasi awal yang disampaikan BEKRAF bahwa pihak SXSW keberatan dengan 9 orang jumlah personel.

2. Mengenai Proses Pembuatan VISA

Sejak awal, kami diarahkan oleh pihak SXSW dan juga BEKRAF untuk memohon VISA B1/B2 yakni VISA untuk turis dan bisnis. Dengan alasan bahwa penampilan kami di SXSW itu non-komersial. Kami dan banyak grup musik lainnya memang tidak menerima biaya atas penampilan kami di SXSW.

Kami lalu mengisi form D-160 dan mendapatkan jadwal wawancara bersama pada tanggal 19 Januari 2018. Pada saat wawancara VISA, petugas imigrasi menanyakan maksud tujuan kami ke Amerika Serikat. Kami menyampaikan bahwa kami mendapat undangan untuk tampil dan tidak dipungut bayaran di SXSW. Menurut petugas imigrasi, walaupun penampilan kami adalah non komersial itu tetap dihitung sebagai sebuah penampilan grup musik. Karena itu untuk tampil di Amerika Serikat diperlukan visa P1. Maka kami diminta untuk mengganti jenis VISA dari B1/B2 menjadi visa P1 yakni VISA performer. Untuk mengganti tipe visa P1, kami harus meminta petisi P1 dari pihak pengundang, dalam hal ini SXSW.

Setelah berkomunikasi selama satu bulan dengan pihak SXSW yang dibantu oleh pihak BEKRAF pada akhirnya pihak SXSW menyatakan tidak bersedia untuk memberikan petisi P1 karena menurut mereka itu tidak diperlukan selama kami hanya tampil di SXSW saja. Kami juga mendengar Atas saran BEKRAF, kami diminta mengirimkan email ke pihak Kedutaan AS untuk menjelaskan situasinya bahwa pengundang menolak untuk memberikan petisi P1 karena ERK tidak dibayar oleh SXSW dan kami tetap diminta untuk memroses visa B1/B2. Akhirnya pihak Kedutaan AS menyetujui permintaan kami dan kami mendapatkan VISA B1/B2. (Lihat Pernyataan BEKRAF No. 9, 10, 11).

3. Mengenai Kejanggalan Tiket

Kami memang berencana memperpanjang masa tinggal (extend) dengan berkunjung ke New York selepas SXSW untuk melakukan beberapa aktivasi yang sudah kami ajukan dengan beberapa calon pihak yang bersedia mendukung kami di luar BEKRAF. Rencana extend ini sudah kami sampaikan dan diskusikan dengan pihak BEKRAF sejak lama (Lihat Pernyataan BEKRAF No. 7). Rencana ini harus kami lakukan demi kepentingan memenuhi kerjasama dengan calon pihak pendukung dari luar BEKRAF. Menurut aturan BEKRAF yang telah kami ikuti, BEKRAF tidak memperbolehkan adanya keterlibatan pihak lain sebagai pendukung di dalam rangkaian SXSW. Karena itu kami mencoba mengajukan ke calon pihak pendukung untuk melakukan aktivasi di luar SXSW, yakni di kota New York yang menjadi domisili vokalis ERK Cholil Mahmud dalam tiga tahun terakhir.

Informasi yang kami terima dari Ibu Thilma memberitahukan bahwa kami harus menambah biaya selisih tiket apabila ingin mengubah jadwal kepulangan. Namun setelah membaca pernyataan BEKRAF, apa yang disampaikan Ibu Thilma ini ternyata bertentangan dengan Pernyataan Bekraf No. 16.

Kami sudah sepakat dengan BEKRAF untuk menanggung sisa rombongan ERK yang tidak dibiayai BEKRAF. Selama beberapa hari kami menanyakan informasi tentang rute penerbangan, maskapai yang digunakan, serta harga tiket kepada pihak BEKRAF. Namun agak sulit mendapatkan informasi ini dan informasi yang kami terima berganti-ganti.

Padahal, kami berpikir bahwa agar seluruh rombongan ERK berangkat dengan pesawat yang sama maka kami bermaksud membeli tiket untuk sisa rombongan yang tidak dibiayai BEKRAF dengan menggunakan travel agent yang sama yang sudah ditunjuk BEKRAF, serta mengetahui jumlah dana yang harus kami alokasikan.

Dari pihak BEKRAF, melalui email, kami mendapatkan informasi tentang tiket sebagai berikut:

Pihak BEKRAF juga menyarankan kami berkomunikasi langsung dengan travel agent yang ditunjuk oleh BEKRAF. Melalui travel agent inilah, kami bertanya seputar harga tiket dan prosedur jika kami ingin membeli tiket di luar jatah 10 hari yang ditetapkan BEKRAF.

Pada saat yang bersamaan, kami mencoba mencari tahu harga tiket sesuai dengan jadwal, rute, dan maskapai penerbangan sesuai dengan informasi Screenshot dari pihak BEKRAF tersebut melalui berbagai web atau aplikasi tiket online dan secara langsung dari maskapainya. Berikut potongan beberapa informasi yang kami dapatkan:

Beberapa saat kemudian kami segera menghubungi pihak travel agent, dan beliau mengatakan bahwa selisih harga tiket yang harus kami bayar adalah sebesar USD280 per tiket jika kami hendak extend. Lalu, kamipun bertanya tentang informasi maskapai dan rute yang digunakan pihak BEKRAF. Pada saat inilah kami akhirnya mengetahui harga tiket yang dibeli BEKRAF. Kami mendapatkan informasi bahwa total harga tiket dan akomodasi untuk projek BEKRAF [untuk SXSW ini] adalah sekitar 47 jutaan rupiah per orang, dan harga tiket per orangnya adalah sekitar 32 juta rupiah, sisanya (15 juta rupiah per orang) untuk sewa tempat tinggal selama di Austin, AS.

Mengetahui keterpautan tingginya harga tiket yang diinformasikan oleh pihak travel agent yang ditunjuk BEKRAF dengan harga tiket di pasaran dan dari maskapai masing-masing secara langsung, hati kecil kami merasa tidak bisa memahami perbedaan harga yang sangat jauh sekali tersebut.

Jika menurut BEKRAF praktik seperti ini dibenarkan sekalipun menggunakan dalih sesuai ketentuan BEKRAF dan Surat Ijin dari Sekretaris Negara yang merujuk pada pembatasan jumlah 5 orang, namun pada kenyataannya jumlah total biaya yang dikeluarkan untuk 5 orang ini terlalu tinggi atau bahkan bisa untuk membiayai 8 orang, kami, ERK memiliki pendapat yang berbeda.

Menurut akal sehat kami, praktik seperti ini justru hanya sakadar formalitas agar sesuai dengan lembar pertanggungjawaban yang nantinya menjadi dokumen pemeriksaan keuangan negara seperti yang tercantum pada pernyataan BEKRAF No. 19, padahal kenyataannya merupakan praktik penghamburan uang negara.

Titik inilah yang membuat kami yakin untuk memutuskan mundur dari dukungan finansial BEKRAF. Kami memutuskan untuk berangkat menuju SXSW dengan menggunakan dana mandiri yang berasal dari dukungan oleh para sahabat, pendukung, dan pendengar ERK.

Penutup

Kami berterima kasih atas bantuan dan dukungan BEKRAF selama proses persiapan menuju Festival SXSW 2018 ini. Kami juga memohon ma’af jika selama ini ada kalanya kami sering bertanya dan meminta klarifikasi atas beberapa hal kepada Ibu Thilma, Mbak Kia, dan Ibu Poppy yang biasa berkomunikasi dengan kami dari pihak BEKRAF. Semua ini kami lakukan demi kejelasan, keterbukaan, dan penuh tanggungjawab menuju persiapan penampilan kami yang optimal di SXSW 2018.

Harapan kami semoga di masa mendatang, tidak akan terjadi lagi permasalahan seperti ini. Kami juga ingin berkontribusi mewujudkan pembelanjaan anggaran negara yang efisien dan efektif termasuk dalam kegiatan SXSW ini.

Semoga ke depannya dapat dicari jalan terbaik agar semua pihak termasuk kami, komunitas kreatif dan badan pemerintah (seperti BEKRAF) beserta kebijakannya dapat saling mendukung secara optimal kebutuhan dari komunitas kreatif dan juga kontingen seni dan budaya secara lebih efektif, efisien, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jakarta, 10 Maret 2018

Kami, keluarga besar Efek Rumah Kaca

Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, Poppie Airil, Dimas Ario, Dito Buditrianto, Muhammad Asranur, Agustinus Panji Mardika, Nastasha Abigail, Cempaka Surakusumah, Irma Hidayana, Rizky Lazuardi dan segenap kru Ojo Keos

Kirim Tanggapan