LIRIK SINESTESIA

Monday, 11 January 2016 21:39 | Read 132770 times | 

 SINESTESIA

 

 

Merah

 

Ilmu Politik

Lagu: Adrian

Lirik: Cholil

 

Dan kita arak mereka

Bandit jadi panglima

Politik terlalu amis

Dan kita, teramat necis

 

Lalu angkat mereka

Sampah jadi pemuka

Politik terlalu najis

Dan kita teramat klinis

 

Dan kita dorong mereka

Badut jadi kepala

Politik terlalu kaotis

Dan kita teramat praktis

 

Lalu dukung mereka

Cendikia jadi pertapa

Politik terlalu iblis

Dan kita teramat manis

 

Aku akan menjadi karang di lautan mereka

Aku akan menjadi kanker dalam tubuh mereka

 

Lara di mana mana

Lagu: Adrian dan Cholil

Lirik: Cholil

 

Sampai kapan kau biarkan

Dia tak berperan

Ditelantarkan harapan, dia kesakitan

Terburai berantakan, tak keruan

Marah di mana mana

 

Sampai kapan kau ikhlaskan

Dia dihancurkan,

Lumpuhkan alam pikiran dan sekujur badan

Terhampar masa depan, temaram

Lara di mana mana

 

Reff.

Keajaiban dan khayalan

Taruh di awan,

Kenyataan dalam pelukan

Kelembaman pada tekanan

Raih elan, kepalkan tangan

 

Sampai kapan kau relakan

Dia kekeringan

Dihisap jiwa raganya, seluruh hidupnya

Marah di mana mana, ta ra ra

Lara di mana mana

 

Ada Ada Saja

Lagu: Adrian dan Cholil

Lirik: Cholil

 

Moralis, merasa paling baik

Macam yang paling etis, awas jatuh menukik

 

Sang martir, inginnya adu fisik

Cupet dan sesat pikir, buah intrik politik

 

Reff

Ada ada saja, sifat kawan kita

Dipelihara dan budidaya

Macam macam saja, kelakukan kita

Smoga masih bisa bahagia

 

Fatalis, main yang aman aman

Seolah apolitis, takluk pada keadaan

 

Mukjizat, hanya di zaman nabi

Tak bisa langsung sehat, dihadapi dikelahi

 

Ekonomi korban politik

Hukum tunduk pada politik

Pendidikan masuk politik

Olahraga bawa politik

Orang gila akibat politik

Dagang sapi pakai politik

Beragama, buat politik

Keluarga ribut politik

 

Credit

Cholil: Vokal, Gitar, Keyboard

Adrian: Bas dan Vokal pada Lara di mana-mana, Keyboard

Akbar: Drum, Vokal & Vokal Latar

M. Asranur: Piano

Andi “Hans” Sabaruddin: Gitar

Ricky Surya Virgana: Cello

Monica Hapsari: Vokal Latar

Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar

Mbair: Vokal Latar

Nastasha Abigail: Vokal Latar

 

 

 

BIRU

 

Pasar Bisa Diciptakan

Lirik: Adrian dan Cholil

Lagu: Cholil

 

Kami mau yang lebih indah

Bukan hanya remah remah

Sepah, sudahlah

 

Kami hanya akan mencipta
Segala apa yang kami cinta, bahagia

Kami bawa yang membara
Di dasar jiwa, di dasar jiwa

Menembus rimba dan belantara sendiri
(pasar bisa diciptakan)
Membangun kota dan peradaban sendiri

Kami ingin lebih bergizi
Bukan hanya yang malnutrisi,substansi

Kami bawa yang membara
Di dasar jiwa, di dasar jiwa

Menembus rimba dan belantara sendiri
(pasar bisa diciptakan)
Membangun kota dan peradaban sendiri

Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan ooooo

Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan, pasar bisa diciptakan
Pasar bisa diciptakan

 

 

Cipta Bisa Dipasarkan

Lirik: Cholil

Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil

 

Dari kegelisahan dipadatkan dengan cinta

Bergemuruh di dada jauh dari mereda

Fantasi yang menggila bercampur rasa kecewa

Pelan-pelan hilangnya jadi sepercik cahaya

 

Oh cahaya, akhirnya kita sampai juga

Temukannya, sinarnya pun dibagi rata

Berbinar binar hidup bergelora

Oh cahaya la la la la lalala

 

Imajinasi rasa takut larut didalamnya

Tak terkira siksanya, hingga capai bahagia

Amarah angan angan berhamburan berkejaran

Akan terus mendera hingga titik terangnya

 

Kegelapan masih membayang

Menyelimuti, menolak pergi

Mencari ruang gerak ditentang

Dan menjadi ironi

 

 

Credit:

 

Cholil : Vokal , Gitar dan Vokal latar

Adrian: Bas & Harmonika, Vokal Latar

Akbar: Drum & Vokal Latar

Mbair: Vokal dan Vokal Latar

Agustinus Panji Mardika: Trumpet

 

 

 

 

JINGGA

 

Hilang

Lagu: Adrian, Akbar & Cholil

Lirik: Cholil

 

Rindu kami seteguh besi
Hari demi hari menanti
Tekad kami segunung tinggi
Takut siapa? semua hadapi

Yang hilang Menjadi katalis
Disetiap kamis
Nyali Berlapis

Marah Kami
Senyala api
Di depan istana berdiri

Yang hilang menjadi katalis
Disetiap kamis
Nyali berlapis

Yang ditinggal
Takkan pernah diam
Mempertanyakan kapan pulang ?

Dedy Hamdun HILANG Mei 1997
Ismail HILANG Mei 1997
Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998
Hendra Hambali HILANG Mei 1998
M Yusuf HILANG Mei 1997
Nova Al Katiri HILANG Mei 1997
Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998
Sony HILANG April 1997
Suyat HILANG Februari 1998
Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998
Yadin Muhidin HILANG Mei 1998
Yani Afri HILANG April 1997
Wiji Tukul HILANG Mei 1998

 

 

Nyala Tak Terperi

Lagu: Adrian

Lirik: Cholil

 

Ku bermandi cahaya mentari

Mendarah mendaging

Dan menjadi energi

 

Ku menelan cahaya rembulan

Menjadi harapan,

Nyala tak terperikan

 

Segala gulita sirna

Terkikis doa

Semua indra terbuka

Berfungsi mata

Yang hilang,

Berganti hingga tak terbilang

Cahaya, ku jelang

 

 

 

Cahaya, Ayo Berdansa..

Lagu: Adrian, Akbar & Cholil

 

Instrumental

 

 

 

Credit:

Akbar: Drum dan Vokal Latar

Adrian: Bas, Vokal pada Nyala Tak Terperi, & Vokal latar.

Cholil: Gitar, Vokal & Vokal Latar

Monica Hapsari: Vokal dan Vokal Latar

M. Asranur: Piano

Mbair: Vokal Latar

Nastasha Abigail: Vokal Latar

Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar

 

 

 

HIJAU

 

Keracunan Omong Kosong

Lirik: Cholil

Lagu: Adrian & Akbar

 

Apa yang kau tawarkan, bukan pengetahuan
Ucapan miskin pemikiran

Apa yang kau sodorkan, hanyalah hasutan

Ujaran penuh kemunafikan
Keracunan omong kosong

 

Reff
Banjir informasi, banyak kontradiksi
Berhati-hati, awas jalan berduri
Argumennya asal, jauh dari handal
Tak masuk akal, kacau menjurus brutal

Dakunya, seluas cakrawala

Padahal, hanya segitu saja

 

Apa yang engkau makan? Inginnya bentrokan

Hujatan kudapan andalan

Apa yang engkau telan? Gagasan pas-pasan

Kebencian menjadi pegangan

Keracunan omong kosong

 

Kembali ke reff

 

Maunya, sempurna tanpa cela

Ternyata, retak di mana-mana

 

Cara Pengolahan Sampah

Lirik: Cholil

Lagu: Adrian

 

Dalam demokrasi

Sampahpun meninggi, cari eksistensi

Bukan disesali, atau dimungkiri

Jangan dibaui, diatasi

Dialihfungsi, ke energi

 

Dipilah, dipisah

Agar gampang diubah, biar mudah diolah

Yang basah, alamiah

Tanam di tanah, mestinya berfaedah

 

Yang plastik, problematik

Mending diutak atik, jadi hiasan apik

Yang organik,  pemantik

Diotak atik, berharap jadi listrik

 

Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)

Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)

Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi)

Kita produksi limbah (miskin visi unjuk gigi)

 

 

Credit:

Adrian: Bas & Vokal Latar

Akbar Drum & Vokal Latar

Cholil: Gitar, Vokal, Recorder, Keyboard,  & Vokal Latar

Agustinus Panji Mardika: Trombone, Trumpet, Flute, Clarinet

Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Gitar dan Vokal Latar

Monica Hapsari: Vokal Latar

Mbair: Vokal Latar

Nastasha Abigail: Vokal Latar

 

 

PUTIH

Tiada (untuk Adi Amir Zainun)

Lirik: Adrian dan Cholil

Lagu: Adrian dan Cholil

 

Saat kematian datang

Aku berbaring dalam mobil ambulan,

Dengar, pembicaraan tentang pemakaman

Dan takdirku menjelang

Sirene berlarian bersahut-sahutan

Tegang, membuka jalan menuju tuhan

Akhirnya aku usai juga

 

Saat berkunjung ke rumah,

Menengok ke kamar ke ruang tengah

Hangat, menghirup bau masakan kesukaan

Dan tahlilan dimulai

Doa bertaburan terkadang tangis terdengar

Akupun ikut tersedu sedan

Akhirnya aku usai juga

Oh, kini aku lengkap sudah

 

Dan kematian, keniscayaan

Di persimpangan, atau kerongkongan

Tiba tiba datang, atau dinantikan

Dan kematian, kesempurnaan

Dan kematian hanya perpindahan

Dan kematian , awal kekekalan

Karena kematian untuk kehidupan tanpa kematian

 

Ada (Untuk Angan Senja, Rintik Rindu dan semua harapan di masa depan)

Lirik: Cholil

Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil

 

Lalu pecah tangis bayi

Seperti kata wiji

Disebar biji biji

Disemai menjadi api

 

Selamat datang di samudra.

Ombak ombak menerpa

Rekah rekah dan berkahlah

Dalam dirinya, terhimpun alam raya semesta

Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka

 

Hingga kan datang pertanyaan

Segala apa yang dirasakan

Tentang kebahagian

Air mata bercucuran

 

Hingga kan datang ketakutan

Menjaga keterusterangan

Dalam lapar dan kenyang

Dalam gelap dan benderang

 

Tentang akal dan hati

Rahasianya yang penuh teka teki

Tentang nalar dan iman

Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan

Dan tentang kebenaran

Juga kejujuran

Tak kan mati kekeringan

Esok kan bermekaran

 

Credit:

Akbar: Drum dan Vokal Latar

Adrian: Bas, Narator dan Vokal Latar

Cholil: Gitar dan Vokal

M. Asranur: Piano

Monica Hapsari: Vokal Latar

Airil “Poppie” Nur Abadiansyah: Vokal Latar

Nastasha Abigail: Vokal Latar

Mbair: Vokal Latar

Agustinus Panji Mardika: Trombone, Trumpet

 

 

 

 

KUNING

 

Keberagamaan

Lirik: Adrian

Lagu: Cholil

 

Tentang nubuat mencerahkan

Berlabuh dalam keheningan

Menyapa dalam keramaian

Pada batas yang dirasakan

Resah

 

Manusia mengonsepsi tuhan

Bernaung di dalam pikiran

Mencari setiap jejakNya

Mengulas semua kehendakNya

Apa wujudnya

Apa misinya

 

Manusia menafikan tuhan

Melarang atas perbedaan

Persepsi dibelenggu tradisi

Jiwa yang keruhpun bersemi

Nihil maknanya

Hampa surganya

Hampa

 

Karena cinta bersemayam dalam jiwa

 

Keberagaman

Lirik: Adrian dan Cholil

Lagu: Adrian, Akbar dan Cholil

 

Terjerembap demi akhirat

Akalnya lenyap, hati berkarat

Hati berkarat, cacat, pekat, jahat

 

Beragam, berwarna

Lestarilah tumbuhnya

Bermacam agama

Dipancarkan cintanya

Semua bertautan

 

Nihilis, Humanis

Dilebur harapannya

Yang hening, Yang bising

Diserap hakikatnya

Semua dihisabnya, sebab akibatnya

 

Bila matahari sepenggal jaraknya

Padang yang luas tak ada batasnya

Berarak beriringan

Berseru dan menyebut ….Dia..

 

Credit:

Adrian: Bas, Keyboard, Vokal Latar

Akbar: Drum & Vokal Latar

Cholil: Gitar, Piano, Vokal & Vokal Latar

Wahyu Hidayat: Flute

M. Asranur: Piano

Khansa Novriandra: Vokal Latar

Farrah Diva Risani: Vokal Latar

Fani Suci Pradita: Vokal Latar

 

 

Leleng oleh Suku Dayak Kenyah, Samarinda

 

 

- Lagu direkam sejak Desember 2009 sampai November 2015 di Pendulum studio, Black studio, Soundmate studio dan Als studio.

- Dioperatori oleh J. Vanco, Venendar Komenk, Dimas Marto Koesoemo, Wendi Arintyo, dan Christianto Ario Wibowo.

- Mixing oleh Wendi Arintyo di Als Studio.

- Mastering oleh Steve Corrao di Sage Audio Studio.

- Artwork oleh The Secret Agent

- Ilustrasi Kartu Pos oleh The Popo

- Tata letak oleh Poppie Airil dan Cempaka Surakusumah

 

comments powered by Disqus
Login to post comments