Pemuda (bukan) Penerus Tapi Pencetus

Thursday, 01 August 2013 19:14 | Read 4560 times |  Last modified on Thursday, 01 August 2013 19:55 Written by 
Pemuda (bukan) Penerus Tapi Pencetus

Pemuda pada hakekatnya adalah seseorang yang masih berumur muda, tapi disini saya tidak ingin membatasi pemuda hanya dalam klasifikasi umur saja, tapi atas sikap dan perbuatan apa yang telah dilakukan. Kita semua tentu dari dahulu tau bahwa pemuda merupakan generasi PENERUS sebuah bangsa. Bagaimana negara kita kedepannya bisa kita lihat dari para pemudanya sebuah negara tersebut, tak terkecuali negara kita yaitu INDONESIA.

Bicara tentang para pemuda Indonesia, kita juga pasti tentu tahu bagaimana peran para pemuda Indonesia dalam ikut membangun negara tercinta kita ini. Mulai dari adanya sumpah pemuda yang mengikrarkan janji yang menurut saya sangat keren, lalu adanya Kebangkitan Nasional untuk mengusir penjajah yang digerakkan oleh para pemuda dalam organisasi-organisai seperti Sarikat Islam, Budi Oetomo dan masih banyak lagi yang mungkin kita semua sudah tau. Sampai dengan penggulingan presiden kita sendiri pada tahun 1998 yang dilakukan oleh para Mahasiswa yang notabenya adalah para pemuda.

Dari beberapa contoh diatas saya bisa mengambil suatu pelajaran bahwa para pemuda itu semua Bersikap dan melakukan sebuah tindakan nyata, bahkan mereka juga sebagai PENCETUS sebuah langkah untuk kemerdekaan Indonesia. Dua hal yang saya garis bawahi itulah yang ingin saya bicarakan atau mungkin bisa kita diskusikan bersama bahwa seharusnya saat ini kita sebagai para "pemuda Indonesia tidak sebagai generasi penerus tetapi sebagai generasi pencetus untuk bangsa kita INDONESIA".

Mengapa saya berpendapatan seperti ini? sangatlah baik jika kita mejadi pemuda generasi penerus untuk meneruskan perjuangan para pemuda terdahulu yang ikut memperjuangkan kemerdekaan negara, tapi hal itu sudah dilakukan oleh para orang yang sekarang berada diatas mengatur negara kita saat ini. Dan tampaknya mereka belum berhasil atau malah mungkin menyimpang dari semangat perjuangan para pemuda kita dahulu. Ini bisa terbukti dari budaya KKN yang semakin "baik" di negara kita, pendidikan yang masih sangat sulit untuk bisa dinikmati kaum menengah ke bawah karena mahalnya biaya, kesehatan yang belum bisa mencapai sampai ke pelosok-pelosok desa, kesejahteraan rakyat yang masih belum merata, dan masih banyaknya pengangguran yang sangat memerlukan adanya sebuah pekerjaan.

Bukan berarti saya tidak menghargai sama sekali usaha orang-orang tadi yang benar-benar ingin negara kita bisa menjadi lebih baik. Tapi saya sangat menyayangkan para oknum yang memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan perut pribandinya. Ini..., ini yang ingin saya tekankan, budaya atau keaadan kita saat ini tidak bisa kita pungkiri adalah seperti ini. Budaya korupsi yang semakin "baik" dari lembaga tertinggi sampai yang terendah, tanggung jawab seorang calon pemimipin yang patut dipertanyakan (masih menjabat sebagai walikota, tapi sudah mencalonkan diri menjadi Gubernur) dan masih banyak lagi contoh-contoh yang saat ini sedang menjadi penyakit negara kita.

Nah, dari budaya dan keadaan negara kita diatas, apa kita mau meneruskannya? apa kita mau menjadi pemuda generasi penerus korupsi, tak bertanggung jawab dan hanya mementingkan diri sendiri? tentunya seharusnya tidak! oleh karena itu mari kita sekarang menjadi pemuda-pemuda pencetus sebuah langkah baru untuk negara kita. Lalu kita bisa mencetuskan apa? sebenarnya pertanyaan ini silahkan kita tanyakan pada diri kita sendiri. Apa yang bisa kita lakukan dalam bidang yang kita kuasai? apa semangat kita? apa passion kita? Apa yang ingin kamu lakukan atau ide apa yang kamu punyai untuk kemajuan negara kita?

Jika kita semua mempunyai mimpi sebuah sikap dan tindakan nyata untuk Indonesia mari bersama-sama untuk mulai mencetuskannya. Saya ingin memberikan salah satu contoh sikap dan tindakan nyata seorang pemuda dalam hal pendidikan di Indonesia. Dia adalah Anies Baswedan, Ph.D., dia adalah pencetus dari sebuah gerakan nyata yang bernama Gerakan Indonesia Mengajar, dimana gerakan ini mengajak putra-putri terbaik di Republik ini, generasi baru yang terdidik, berprestasi dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru SD selama satu tahun di pelosok Indonesia, tentunya setelah mereka di gembleng dan diberikan pelatihan oleh para tim yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, yang kebetulan Anies Baswedan menjadi ketua dari yayasan tersebut.

Contoh di atas merupakan sikap dan tindakan nyata seorang pencetus langkah baru bagi Indonesia. Apakah kita juga mau menjadi generasi pencetus-pencetus selanjutnya bagi negara kita? atau tetap menjadi penerus?

 

 

 

sumber gambar www.google.com

Bayu Kriesna Putra

"Urip ning dunyo mung nunut mesem"

Website: abdilintang.blogspot.com/
comments powered by Disqus
Login to post comments